Dari sisi handicap, banyak lembaga seragam membuka di 3/3,5 gol, dengan water level untuk over berada di kisaran tinggi 0,92 hingga 1,04, bahkan di beberapa lembaga mendekati 1,04. Di bawah ambang setinggi ini, water level over tetap didorong ke level tinggi, yang menunjukkan bahwa lembaga tidak terlalu optimistis terhadap total gol pertandingan yang menembus 3 gol. Yang lebih menarik, ada lembaga yang tetap bertahan di garis 2,5 gol, sementara water level over ditekan hingga posisi sangat rendah 0,44. Operasi garis tipis dengan water sangat rendah ini, sekilas menguntungkan over, tetapi sebenarnya justru menggunakan water level yang sangat rendah untuk menarik aliran dana ke arah over, sementara tujuan sebenarnya adalah meringankan tekanan pada under.
Jika dilihat dari sisi fundamental, tingkat over tuan rumah dalam 10 laga terakhir hanya 40 persen, dan dalam 6 laga terakhir ada 3 pertandingan dengan total gol tidak melebihi 2 gol. Tim tamu memiliki tingkat over 50 persen dalam 10 laga terakhir, tetapi efisiensi gol tandang mereka relatif rendah, dengan hanya 7 gol dari 6 laga tandang. Kedua tim bermain imbang 0-0 yang membosankan saat bertemu di liga musim ini, dan jalannya pertandingan sangat monoton. Dalam 10 pertemuan terakhir, tingkat under bahkan mencapai lebih dari 70 persen, sehingga setiap kali berjumpa laga cenderung berlangsung ketat. Di ajang piala yang hanya ditentukan dalam satu pertandingan, kedua tim pasti akan mengutamakan kehati-hatian, sehingga arah under layak untuk diikuti.