Dari sisi pasar, banyak institusi pada awalnya membuka garis 2,5 gol, dengan water level untuk over berada di kisaran menengah-tinggi 0,91 hingga 1,02. Memasuki jendela jelang kick-off, garis tersebut kompak mundur, dan sebagian besar institusi menurunkannya dari 2,5 gol menjadi 2/2,5 gol. Setelah penurunan garis, water level over tidak turun secara signifikan, melainkan tetap berada di rentang 0,90 hingga 0,96, menandakan ekspektasi pasar terhadap banyak gol mulai mendingin. Yang lebih menarik, sejumlah perusahaan yang tetap mempertahankan garis 2,5 gol justru menaikkan water level over dari posisi rendah pada awal menjadi sangat tinggi di kisaran 1,10 hingga 1,20, sehingga tekanan pembayaran sangat besar. Kombinasi penurunan garis dengan water level over yang tinggi ini dengan jelas mengarah ke opsi under.
Dari sisi performa dasar, Meksiko hanya mencatat tingkat over sebesar 30% dalam 10 laga terakhir. Gaya bermain tim ini di putaran final Piala Dunia cenderung pragmatis dan stabil, dengan 4 dari 5 laga terakhir menghasilkan total gol tidak lebih dari 2 gol. Afrika Selatan memang punya tingkat over 50% dalam 10 laga terakhir, tetapi saat menghadapi lawan yang lebih kuat, mereka cenderung bermain bertahan, sementara ancaman di lini serang terbatas. Kedua tim pernah bertemu di Piala Dunia 2010 dan bermain imbang 1-1, dengan jalannya pertandingan yang tidak terbuka. Pada laga pembuka fase grup Piala Dunia, kedua tim diperkirakan akan mengutamakan kehati-hatian dan tidak akan mudah mengambil risiko. Dengan garis yang mundur serta water level over yang melonjak, arah under layak untuk diikuti.