Pada fase awal pembukaan, sejumlah bandar memasang Portugal di handicap satu setengah/dua gol, dengan water level tim tuan rumah berada di kisaran tinggi 0,91 hingga 1,02. Menjelang jendela laga, lini handicap mengalami penurunan serentak, dan mayoritas bandar turun dari satu setengah/dua gol ke satu setengah gol. Menurut pemahaman umum, penurunan handicap biasanya berarti kepercayaan bandar terhadap tim tuan rumah melemah, tetapi jika dicermati perubahan water level, ada petunjuk lain yang terlihat. Setelah handicap turun, water level tim tuan rumah justru tidak melonjak, melainkan turun tajam dari level tinggi pada pembukaan ke kisaran menengah-rendah 0,82 hingga 0,88. Pada sebagian bandar yang tetap bertahan di handicap satu setengah/dua gol, water level tim tuan rumah juga anjlok dari 1,00 menjadi 0,88. Kombinasi penurunan handicap dan penurunan water level yang besar ini bukanlah sinyal pesimis terhadap tim tuan rumah, melainkan tanda bahwa bandar secara aktif menurunkan ambang kemenangan Portugal sambil tetap mengendalikan risiko pembayaran.
Dari sisi fundamental, Portugal meraih 6 kemenangan, 3 imbang, dan hanya 1 kekalahan dalam 10 laga terakhir, dengan tingkat tak terkalahkan mencapai 90 persen. Di kandang, mereka rata-rata mencetak 3,2 gol per laga, dan daya serang mereka tetap stabil. Nigeria juga tidak terkalahkan dalam 10 laga terakhir, menunjukkan ketangguhan yang kuat, tetapi lawan yang dihadapi umumnya berkekuatan di bawah rata-rata, sehingga ujian melawan tim elite Eropa masih menjadi tanda tanya. Kedua tim pernah bertemu pada 2022, dan Portugal menang telak 4-0 di kandang, sehingga mereka punya keunggulan psikologis dalam rekor pertemuan. Piala Dunia akan segera dimulai, dan Portugal perlu memanfaatkan kemenangan untuk mematangkan skuad serta meningkatkan moral. Penurunan handicap sejatinya hanya bentuk pendinginan pasar, dan performa tim tuan rumah layak mendapat perhatian.