Pertandingan persahabatan internasional ini memperlihatkan perubahan pada handicap yang mengarah pada sinyal menguntungkan bagi tim tuan rumah, sehingga Bolivia layak diperhatikan untuk menjaga handicap.
Pada tahap awal, harga untuk tim tamu terkonsentrasi di kisaran rendah 0,78 hingga 0,80. Namun, menjelang laga dimulai, handicap mengalami kenaikan serempak, dan sebagian besar bandar menaikkan dari satu bola/ satu setengah bola menjadi satu setengah bola. Secara logika umum, kenaikan handicap seharusnya dibarengi dengan penurunan lebih lanjut pada harga tim tamu, tetapi kenyataannya justru sebaliknya. Setelah handicap naik, harga tim tamu bukannya turun, malah melonjak dari sekitar 0,80 pada awal menjadi kisaran tinggi 0,88 hingga 0,98. Di saat yang sama, harga tim tuan rumah terus turun dari level tinggi, dan sebagian bandar menurunkannya dari 1,00 pada awal menjadi 0,82 hingga 0,89. Kenaikan handicap disertai kenaikan harga tim tamu dan penurunan harga tim tuan rumah, pola yang menyimpang ini menunjukkan bahwa keyakinan bandar terhadap kemenangan besar tim tamu mulai melemah.
Dari sisi fundamental, meski kekuatan keseluruhan tim tuan rumah masih di bawah tim tamu, performa kandang mereka belakangan ini tidak sepenuhnya tanpa perlawanan, dan faktor kandang di dataran tinggi juga merupakan keunggulan tradisional mereka. Tim tamu memang memiliki tingkat keberhasilan menembus handicap sebesar 70 persen dalam 10 laga terakhir, tetapi pada pertandingan sebelumnya melawan Belanda mereka hanya menang tipis dengan selisih 1 gol, sehingga efisiensi saat membongkar pertahanan masih belum stabil. Dengan dukungan pergerakan harga handicap yang berbalik serta dasar fundamental yang mendukung, tim tuan rumah layak diharapkan mampu menjaga handicap.