Pertama-tama soal Cabo Verde, jangan kira mereka tim debutan Piala Dunia jadi tidak bisa mencetak gol, mate. Dalam 10 laga terakhir, rata-rata mereka mencetak 1,9 gol per pertandingan, dengan rata-rata total gol 2,7 per laga, jadi daya serang mereka memang tidak lemah. Mereka mengandalkan pertahanan rapat di area rendah + serangan balik vertikal, dengan kecepatan transisi yang luar biasa cepat dan penetrasi sayap yang sangat agresif. Selain itu, efisiensi mereka dalam mencetak gol dari bola mati juga sangat tinggi. Tendangan bebas Kevin Pina memang benar-benar berbahaya; pada laga sebelumnya melawan Uruguay saja mereka bisa mencetak dua gol, jadi kita tahu betapa tajamnya penyelesaian akhir mereka.
Lalu lihat pertahanan Arab Saudi, itu benar-benar seperti saringan. Dalam dua laga pertama, mereka rata-rata kebobolan 2,5 gol per pertandingan, kemampuan duel udara mereka sangat buruk, dan saat menghadapi bola-bola silang mereka seperti kertas tipis. Bola mati dan sundulan Cabo Verde tepat sekali untuk mengeksploitasi kelemahan Arab Saudi ini. Saya bilang, selama Cabo Verde mendapat beberapa peluang bola mati, lini belakang Arab Saudi bakal sulit bertahan.
Ada satu hal lagi, Arab Saudi wajib menang di laga ini kalau ingin punya peluang lolos, jadi mereka pasti harus keluar menyerang. Begitu mereka maju menyerang, ruang di belakang akan semakin besar, dan serangan balik vertikal Cabo Verde akan sangat efektif. Saat menghadapi pressing intens, tingkat kesalahan operan Arab Saudi juga tinggi, sehingga mereka sangat mudah dihukum lewat serangan balik dan kebobolan.
Tentu saja, winger utama Cabo Verde, Cabral, absen karena cedera, jadi kemampuan penetrasi dari sisi sayap akan sedikit menurun. Selain itu, kiper Arab Saudi, Owais, juga memiliki kemampuan penyelamatan yang cukup kuat. Namun jika dilihat secara keseluruhan dari efisiensi serangan, kualitas دفاع, dan motivasi pertandingan kedua tim, ambang 2,25 gol ini