Pertama, soal Paraguay, tim yang terkenal tangguh di sepak bola Amerika Selatan. Kerangka pertahanan mereka ini sudah diasah hampir dua tahun, dan dalam enam laga resmi terakhir rata-rata kebobolan mereka kurang dari 0,7 gol per pertandingan. Intersepsi dan cakupan dua gelandang bertahan di lini tengah, serta penempatan posisi dan saling menutup di lini belakang, semuanya sangat disiplin. Namun, sektor serang tetap menjadi kelemahan mereka. Dalam empat pertandingan beruntun, expected goals (xG) mereka berada di bawah 1,0. Dalam permainan terbuka, mereka kekurangan titik penyelesaian yang stabil, sehingga hanya bisa mengandalkan bola mati dan serangan balik sporadis untuk menciptakan ancaman, dan sulit mendominasi jalannya pertandingan dalam waktu lama.
Lihat juga Australia, yang mengandalkan duel fisik dan serangan balik dari sisi sayap sebagai ciri khas. Namun, saat menghadapi tim Amerika Selatan dengan kombinasi umpan pendek yang halus di ruang sempit, kemampuan mereka dalam membawa bola di lini tengah dan mengatur serangan terbuka akan sangat terbatas. Tim ini saat bermain tandang memang sudah cenderung kehilangan sebagian kreativitas di lini serang, dan ketika menghadapi Paraguay yang bertahan rapat di tengah, mereka akan sulit menemukan celah tembus yang stabil dalam 90 menit.
Kedua tim sama-sama cenderung pragmatis, dan tidak ada keunggulan mutlak yang benar-benar mendominasi baik di lini serang maupun pertahanan. Pertarungan ketat kemungkinan besar akan menjadi tema utama laga ini. Berdasarkan simulasi model data, nilai ekspektasi hasil menang-kalah kedua tim sangat berdekatan, sementara peluang hasil imbang berada di posisi terdepan. Secara keseluruhan, alurnya diperkirakan berlangsung sangat ketat, dan ini adalah pertandingan yang sangat berkarakter imbang.