Pada laga ini, kedua tim sama-sama mengoleksi nol poin, sehingga ini menjadi pertaruhan hidup-mati untuk lolos. Secara di atas kertas, gap kualitasnya sangat jelas; total nilai skuad Aljazair lebih dari sepuluh kali lipat dibanding Yordania, dengan banyak pemain inti dari lima liga top Eropa yang mengisi tim dan pengalaman di laga besar yang sangat cukup. Yordania untuk pertama kalinya tampil di Piala Dunia, celah di lini belakang cukup mencolok; pada laga pertama melawan Austria mereka kebobolan tiga gol, para pilar pertahanan juga masih dibayangi masalah cedera, dan kemampuan menahan tekanan relatif lemah. Tren pergerakan handicap juga sangat layak dijadikan acuan; awalnya hanya memberi tuan rumah/unggulan tim tamu -0,75, lalu di pasar berikutnya seragam dinaikkan menjadi -1 untuk tim tamu. Dalam proses kenaikan handicap tersebut, level water tidak menunjukkan kenaikan yang jelas, cukup terlihat bahwa pihak bandar memberi dukungan yang memadai terhadap peluang kemenangan Aljazair. Meski Aljazair pada laga pertama kalah dari Argentina dan penampilannya kurang meyakinkan, pada pertandingan ini mereka menghadapi lawan dengan perbedaan kekuatan yang sangat besar, sehingga ruang untuk mengendalikan permainan cukup terbuka. Tentu saja, variabel di lapangan tidak bisa diprediksi sepenuhnya, jadi ini hanya sebagai referensi arah. Kecenderungannya mengarah ke tim tamu -1 untuk tembus.