Babak kedua Grup I Piala Dunia mempertemukan Prancis menghadapi Irak di Philadelphia. Pada laga pertama, Prancis menang 3-1 atas Senegal, sementara Irak dipermalukan Norwegia 1-4, sehingga kondisi dan moral kedua tim berada pada kontras yang sangat besar. Prancis hanya membutuhkan satu kemenangan untuk memastikan tiket lolos, sedangkan Irak menghadapi ancaman tersingkir lebih awal.
Daya gedor lini serang Prancis merupakan salah satu senjata paling menakutkan di Piala Dunia kali ini. Pada laga pembuka melawan Senegal, Prancis hanya mencatat 4 tembakan tepat sasaran tetapi berhasil mencetak 3 gol, menunjukkan efisiensi serangan yang sangat tinggi. Lini depan yang dihuni Mbappe, Dembele, dan Olise menggabungkan kecepatan, teknik, serta kemampuan penyelesaian akhir, dan akan sangat dominan saat menghadapi pertahanan Irak. Dalam 10 pertandingan terakhir, Prancis mencetak setidaknya 2 gol dalam 7 laga, membuktikan konsistensi dan ledakan serangan mereka melalui kualifikasi maupun laga uji coba.
Irak kalah 1-4 dari Norwegia pada laga pertama, dan lini pertahanan mereka berkali-kali runtuh di bawah tekanan Haaland. Mereka kemasukan 4 gol hanya dari 5 tembakan tepat sasaran Norwegia, sementara kiper Hassan hanya mendapat rating 4,9, dan bek sentral Tahseen juga hanya 4,4. Dalam 10 pertandingan terakhir, Irak kebobolan lebih dari 2 gol dalam 4 laga, dan saat menghadapi tim kuat, lini belakang mereka kerap kesulitan bertahan selama 90 menit penuh.
Pasar over/under laga ini dibuka di 3 gol, lalu naik menjadi 3,5 gol jelang pertandingan, dengan odds over yang bergerak dari kisaran rendah 0,80-0,87 menjadi sangat rendah 0,74-0,83. Bahkan sejumlah bandar menaikkannya hingga 3,5/4 gol. Lonjakan langsung dari 3 ke 3,5 gol menunjukkan peningkatan kedalaman handicap yang sangat besar, dan odds over yang turut ditekan di bawah 0,80 memperlihatkan kepercayaan yang sangat kuat dari bandar terhadap terjadinya over. Jika masih ragu terhadap over, mempertahankan line 3 gol dengan odds menengah hingga tinggi untuk mengontrol panasnya taruhan adalah opsi yang lebih masuk akal.
Tempo serangan dan kecepatan transisi Prancis akan membuat lini pertahanan Irak sulit beradaptasi. Saat menghadapi Norwegia pada laga pertama, Irak beberapa kali kehilangan posisi dalam serangan balik cepat, dan Prancis memiliki kualitas kecepatan serta kekompakan yang setidaknya sama kuatnya, bahkan lebih baik. Meski secara keseluruhan Irak lebih lemah, mereka tetap mampu mencetak 1 gol saat melawan Norwegia, yang membuktikan adanya ancaman tertentu dalam serangan balik. Pertahanan Prancis pun bukan tanpa celah — Senegal juga sempat beberapa kali menciptakan ancaman melalui serangan balik pada laga pertama, sehingga Irak bukan tanpa peluang untuk mencetak gol.
Secara keseluruhan, kemenangan besar Prancis adalah skenario yang sangat mungkin, dan lini serang Irak juga berpeluang mencetak gol dalam situasi tertekan. Dengan handicap yang terbuka lebar dan odds over yang ditekan ke level sangat rendah, jumlah gol diprediksi tidak akan sedikit.
Rekomendasi over/under: Over 3,5 gol.