Kekalahan Turki pada laga pertama lebih mengkhawatirkan daripada yang terlihat dari skor. Saat menghadapi Australia, Turki melepaskan 17 tembakan sepanjang pertandingan, namun gagal mencetak gol sama sekali, dengan efisiensi serangan yang sangat buruk. Organisasi permainan Hakan Çalhanoğlu dan Arda Güler di lini tengah tidak berubah menjadi ancaman nyata, sementara peran Yılmaz sebagai titik tumpu di lini depan nyaris nol. Tim ini memiliki kekurangan struktural dalam umpan akhir dan penyelesaian di lini serang, dan masalah seperti ini bukan sesuatu yang bisa diselesaikan hanya dalam satu pertandingan.
Paraguay kalah 1-4 dari Amerika Serikat pada laga pertama, skor yang memang tidak sedap dipandang, tetapi prosesnya dipengaruhi faktor objektif. Baru 3 menit pertandingan berjalan, mereka kebobolan lewat bola mati, lalu pertahanan mereka terus ditembus oleh pressing tinggi Amerika Serikat. Almirón dan Enciso tetap memiliki kemampuan individu di lini depan, dan pada babak kedua Paraguay sempat beberapa kali menciptakan ancaman lewat serangan balik; jika bukan karena penampilan gemilang kiper Amerika Serikat, selisih skor seharusnya bisa diperkecil. Dalam 10 pertandingan terakhir, Paraguay meraih 4 kemenangan, 2 imbang, dan 4 kekalahan. Meski catatannya biasa saja, mereka bukan tim yang tanpa perlawanan saat menghadapi tim kuat.
Untuk pertandingan ini, handicap Asia awal dibuka tuan rumah memberi seperempat gol, lalu menjelang laga naik seragam menjadi setengah gol, dengan rasio air tuan rumah dari kisaran rendah-menengah 0,78-0,94 naik ke level tinggi 1,00-1,07. Dari seperempat gol ke setengah gol, kepercayaan lembaga terhadap Turki tampak meningkat, tetapi masalahnya ada pada tren rasio air — setelah naik handicap, rasio air tuan rumah bukannya turun malah naik, dan terus bertahan di area air sangat tinggi di atas 1,00. Ini berarti lembaga tidak benar-benar menaikkan handicap untuk mengantisipasi pembayaran kemenangan tuan rumah, melainkan untuk menyerap dana pasar. Jika benar-benar mengunggulkan Turki, langkah yang lebih masuk akal adalah menekan rasio air ke bawah 0,90, bukan membiarkan risiko pembayaran terus meningkat.
Dari sisi odds Eropa, kemenangan tuan rumah turun tipis dari kisaran 1,78-1,82 menjadi 1,75-1,80, hasil imbang naik dari 3,28-3,30 menjadi 3,40-3,50, sedangkan kemenangan tandang turun dari 3,80-4,00 menjadi 3,60-3,70. Penurunan odds kemenangan tuan rumah tergolong terbatas, sementara odds seri dan kalah tidak dinaikkan secara signifikan, sehingga lembaga masih tetap mewaspadai kemungkinan tim tamu mencuri poin.
Secara keseluruhan, efisiensi serangan Turki masih diragukan, kenaikan handicap dengan air tinggi menyimpan risiko, dan Paraguay punya kemampuan untuk bangkit dalam situasi terdesak. Di laga ini, tim tamu berpotensi mempertahankan handicap.