Pertama-tama saya kasih gambaran jelas: jangan setiap kali membahas laga pertama sang juara bertahan langsung menganggapnya akan berakhir alot, 1-0, atau pertandingan minim gol. Laga Argentina melawan Aljazair ini, margin aman untuk over 2,5 gol sebenarnya cukup tinggi dan layak jadi perhatian utama. Logikanya saya jelaskan pelan-pelan biar gamblang.
Banyak orang mengira kalau Argentina sudah pasti menang, mereka bakal bermain aman, sementara Aljazair akan pasang bus dan bertahan mati-matian, jadi golnya sedikit. Itu semua cuma asumsi klise. Pertama, Anda harus paham: apa yang paling penting saat juara bertahan menjalani laga pertama di Piala Dunia? Bukan menang tipis dengan gaya sembunyi-sembunyi, melainkan menunjukkan wibawa. Mereka datang untuk mempertahankan gelar, jadi kalau di laga pertama malah main mundur dan cuma menang 1-0, tim-tim lain di grup mana mungkin takut? Skuad Argentina ini, secara kualitas di atas kertas, jauh lebih unggul dibanding Aljazair. Di laga pembuka, mereka pasti ingin menunjukkan dominasi, bukan cuma meraih tiga poin, tetapi juga memperbaiki selisih gol dan memberi peringatan kepada lawan-lawan berikutnya. Gaya bermain Scaloni biasanya memang cenderung hati-hati, tetapi di laga pertama turnamen besar dia hampir tak pernah bermain terlalu konservatif. Kalau harus menyerang, ya menyerang. Sudah unggul satu gol lalu ingin bertahan sampai akhir? Tidak mungkin. Mereka pasti terus menekan, dan kalau bisa menambah gol, ya tambah saja.
Lalu soal Aljazair, tim ini sama sekali bukan tim lemah yang benar-benar niat pasang bus. Sebagian besar pemain inti mereka bermain di lima liga top Eropa, dan taktik mereka dibentuk oleh pelatih ternama Eropa, Petkovic, jadi sejak dasarnya mereka memang bukan tim yang murni defensif. Di kualifikasi Piala Dunia, mereka rata-rata mencetak lebih dari dua gol per laga, dan di laga uji coba mereka bahkan bisa mencuri kemenangan di kandang Belanda. Itu menunjukkan mereka punya ambisi saat menghadapi tim besar. Melawan Argentina, mereka juga pasti ingin meraih poin. Kalaupun tidak menang, mencuri hasil imbang saja sudah untung, jadi mereka tidak akan diam di kotak penalti terus-menerus. Mereka pasti akan lebih dulu menstabilkan lini pertahanan, lalu menunggu peluang untuk melakukan serangan balik. Begitu ada kesempatan, mereka berani maju. Mereka bukan tipe tim yang hanya sibuk membuang bola jauh. Laga yang berjalan dua arah seperti ini, gol tentu tidak akan sulit muncul.
Ada juga yang bilang pertahanan Aljazair bagus, karena di kualifikasi Piala Dunia mereka cuma kebobolan empat gol dalam sepuluh pertandingan dan Argentina bakal sulit menembusnya. Tapi itu harus dilihat lebih detail. Lawan-lawan mereka di kualifikasi itu levelnya seperti apa? Jelas tidak sekelas Argentina. Data pertahanan Aljazair itu dibangun saat menghadapi tim-tim yang lebih lemah. Begitu benar-benar bertemu tim dengan penguasaan bola elite dan efisiensi penyelesaian tinggi, celahnya langsung terlihat. Bayangkan saja, mereka bertahan dengan gelandang yang terus bergerak menutup ruang, dan pengeluaran energi untuk menutup area secara horizontal dengan intensitas tinggi itu sangat besar. Setelah bermain sekitar 60 menit, kecepatan pergerakan bertahan dan kekompakan saat menutup celah pasti akan menurun. Saat celah di lini belakang mulai terbuka, kemampuan Argentina dalam memanfaatkan peluang tak perlu diragukan lagi. Begitu gol pertama tercipta, pertandingan biasanya akan lebih terbuka, ritme makin deras, dan gol pun cenderung bertambah.
Ada satu hal lagi yang banyak orang abaikan: pertahanan Argentina juga bukan tembok baja. Mereka bermain dengan pressing tinggi, dan bek sayap mereka berani naik hingga mendekati kotak penalti lawan, sehingga pasti ada ruang di belakang. Aljazair, terlepas dari hal lain, punya kecepatan serangan balik dari sisi sayap yang memang berbahaya. Mahrez dan Gouiri adalah pemain dengan sentuhan bola halus dan ledakan akselerasi yang bagus, sangat andal dalam memanfaatkan bola di belakang pertahanan. Kalau Argentina berani naik, mereka pun berani menusuk ruang kosong di belakang. Kalau sepanjang laga mereka bisa mendapatkan satu atau dua peluang seperti itu, sangat mungkin gol tercipta. Kalau kedua tim sama-sama bisa mencetak gol, totalnya bagaimanapun juga sudah dua atau tiga gol.
Lalu soal bola mati, di laga pertama Piala Dunia para pemain umumnya bermain dengan sangat bersemangat, gerakan lebih agresif, dan pelanggaran pun jadi lebih banyak. Jadi, peluang dari sepak pojok dan tendangan bebas di area depan pasti ada. Argentina punya akurasi kaki Messi, sementara di kotak penalti ada Lautaro, Romero, dan pemain-pemain berpostur tinggi lainnya, jadi potensi gol dari bola mati memang sudah tinggi. Aljazair juga tidak buruk; bek tengah mereka bertubuh tinggi dan punya naluri membaca bola yang bagus. Kalau mendapat beberapa sepak pojok, bukan tidak mungkin mereka bisa mencuri gol. Bola mati itu jenis situasi yang paling mudah memecah kebuntuan dan juga paling mudah menambah gol. Kalau kedua tim sama-sama punya kemampuan ini, jumlah gol tentu tidak akan rendah.
Jangan pakai alasan seperti “laga besar memang biasanya lambat panas”. Lambat panas bukan berarti tidak ada gol. Paling hanya 30 menit pertama kedua tim saling mengamati, lalu begitu gol pertama tercipta, ritmenya langsung berubah. Argentina kalau sudah unggul akan tetap menekan, sementara Aljazair kalau tertinggal juga akan terpaksa keluar menyerang. Dengan begitu, transisi serangan-pertahanan akan makin cepat, peluang pun makin banyak. Skor yang paling mungkin adalah 2-1, 3-0, atau 3-1. Apa pun hitungannya, tetap cukup untuk melewati 2,5 gol.
Tentu saja, dalam sepak bola tidak ada yang seratus persen pasti. Kalau suatu hari para pemain sama-sama sedang tidak akurat, atau ada kartu merah dini yang mengacaukan ritme, itu cerita lain. Tapi dari sisi kekuatan, taktik, dan motivasi yang normal, peluang over 2,5 gol di laga ini memang tidak rendah. Ini arah yang sangat layak dijadikan referensi.