none

Uji Coba Premier League: Jika Kiper Mendapat Perawatan, Pemain yang Ditunjuk Harus Keluar Lapangan Selama Satu Menit dalam 10 Detik

Vincenzo Golazzo

Dale Johnson, wartawan terkenal dari BBC Sport, telah membagikan pembaruan mengenai aturan uji coba baru untuk Premier League.

Sepak bola Inggris akan menerapkan aturan uji coba musim ini yang dirancang untuk menghapus praktik penggunaan jeda perawatan kiper sebagai timeout taktis tidak resmi.

The Football Association (FA), Premier League, English Football League, National League dan Women’s Super League telah mencapai kesepakatan atas langkah ini, yang kini menunggu persetujuan dari International Football Association Board (IFAB).

Awal tahun ini, IFAB memutuskan untuk tidak mengubah Laws of the Game resmi, melainkan mengundang liga-liga nasional untuk menjalankan uji coba secara sukarela.

Badan pengadil profesional Pro Ref, dipimpin oleh kepala petugas pengadil Howard Webb, telah mengadakan diskusi dengan liga untuk menemukan solusi, akhirnya menetapkan langkah yang mengharuskan satu pemain lapangan meninggalkan lapangan untuk sementara.

Ketika wasit memberi isyarat agar fisioterapis masuk lapangan untuk merawat kiper, pelatih akan diberikan waktu 10 detik untuk menunjuk pemain lain yang harus keluar lapangan selama satu menit dan memberitahu hakim keempat tentang pilihannya.

Jika tidak ada pemain yang ditunjuk dalam jangka waktu 10 detik, kapten tim harus meninggalkan lapangan.

Jika IFAB memberikan persetujuan tepat waktu, laga pertama yang menerapkan aturan uji coba ini akan menjadi pertandingan putaran pendahuluan Carabao Cup antara Tranmere Rovers dan Rochdale pada Sabtu 1 Agustus.

Dalam beberapa tahun terakhir, taktik memanfaatkan jeda perawatan kiper untuk melakukan timeout taktis semakin lazim dan memicu kontroversi luas.

Tidak jarang terlihat seorang kiper duduk di rumput dan memberi isyarat kepada staf medis, sementara pemain-pemain lapangan menuju area teknis untuk menerima instruksi taktis. Setelah pelatih selesai menyampaikan instruksi, kiper bangkit dan permainan dilanjutkan.

Selain itu, tim dapat memanfaatkan jeda perawatan kiper ini untuk mengganggu momentum serangan lawan saat lawan sedang menguasai permainan.

November lalu, Leeds United manajer Daniel Farke menuduh Manchester City kiper Gianluigi Donnarumma berpura-pura cedera untuk "membengkokkan aturan" dan memutus ritme pertandingan.

Langkah ini dimaksudkan sebagai pencegah proaktif.

Pada Rapat Umum Tahunan IFAB yang diadakan pada bulan Februari, kepala pengadil Pierluigi Collina menyatakan bahwa mencari solusi atas masalah timeout taktis kiper menjadi prioritas utama. Selama 2026 FIFA World Cup, Collina menginstruksikan ofisial pertandingan untuk mencegah pemain bergerak ke area teknis selama penghentian permainan.

Efektivitas uji coba baru ini masih terbuka untuk perdebatan, karena jeda pendinginan tiga menit yang dijadwalkan di setiap babak sudah memberikan kesempatan alami bagi tim untuk bertukar informasi taktis.

Diskusi internal dalam sepak bola Inggris menyimpulkan bahwa melarang pemain mendekati garis sentuh saja tidak akan menghentikan pelatih dari memanfaatkan cedera kiper untuk memperlambat tempo pertandingan.

Sepak bola Inggris memilih kerangka uji coba ini berdasarkan logika yang sudah diterapkan pada pemain lapangan: jika fisioterapis masuk ke lapangan untuk merawat pemain lapangan, pemain tersebut harus meninggalkan lapangan selama satu menit.

Aturan ini bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan sejak awal dan berfungsi sebagai pencegah, bukan hanya merespons setelah pembicaraan taktis tim terjadi.

Wasit tidak akan menghentikan pemain yang berjalan ke garis sentuh selama perawatan cedera, tetapi pihak berwenang berharap prospek bermain dengan sepuluh pemain selama satu menit akan menjadi penghalang yang cukup.

Dinamika ini memiliki bobot ekstra pada tahap akhir pertandingan. Tim yang berusaha mempertahankan keunggulan sering membuang waktu dan mengganggu serangan lawan melalui penghentian kiper; di bawah aturan uji coba baru ini, tim semacam itu akan menghadapi kemungkinan bermain dengan satu pemain lebih sedikit.

Skenario berikut memenuhi syarat untuk pengecualian, artinya tidak ada rekan setim yang perlu meninggalkan lapangan:

Kiper memberi isyarat bahwa ia tidak memerlukan perawatan fisioterapis dan permainan tidak dihentikan;

Terjadi tabrakan antara kiper dan pemain lapangan; Kiper dilanggar dan memerlukan perawatan segera;

Kiper mengalami cedera yang berdarah;

Terjadi cedera serius yang memerlukan pergantian pemain atau adanya gegar otak.

Beberapa pengamat mengkhawatirkan bahwa aturan wajib satu menit di luar lapangan mungkin mendorong pemain — baik kiper maupun pemain lapangan — untuk terus bermain meski membawa cedera.

International Football Association Board (IFAB) akan mengevaluasi hasil uji coba ini dalam pertemuan-pertemuan yang diadakan sepanjang musim. Jika uji coba berhasil, hal itu dapat menyebabkan perubahan aturan permanen secara global yang mulai berlaku pada musim 2027-28.