none

Tottenham Hotspur Terperosok ke Zona Degradasi: Waktu Roberto De Zerbi Semakin Menipis

EPL News Flash
icon_like_uncheck3

Tottenham Hotspur secara resmi mengonfirmasi bahwa mereka telah terperosok ke zona degradasi Premier League untuk pertama kalinya sejak Agustus 2015, saat ini duduk di posisi ke-18 dalam klasemen, terpaut dua poin dari zona aman namun masih memiliki satu pertandingan di tangan. Tim tersebut telah melewati 13 pertandingan liga berturut-turut tanpa kemenangan, dengan kemenangan terakhir mereka terjadi pada bulan Desember tahun lalu. Menjelang pertandingan mereka melawan Sunderland, beberapa masalah mendesak yang dihadapi Tottenham perlu disoroti.

Pertama: tim kurang memiliki stabilitas dan kekompakan

Para pengamat menunjukkan bahwa dibandingkan dengan Tottenham, West Ham United—yang lolos dari zona degradasi dengan kemenangan di putaran ini—telah menunjukkan "kontinuitas, persatuan, dan gaya yang jelas" yang sangat dibutuhkan Tottenham. West Ham United telah mencatatkan tiga clean sheet pada tahun 2026, sementara Tottenham gagal menjaga satu pun clean sheet di Premier League sejak hasil imbang 0-0 mereka dengan Brentford.

Kedua: manajer baru Roberto De Zerbi memiliki waktu yang sangat terbatas untuk melakukan penyesuaian

Dalam konferensi pers pertamanya setelah mengambil alih jabatan, dia mengakui bahwa tujuh pertandingan tersisa hanya akan memungkinkan dia dan staf pelatihnya untuk mengajarkan beberapa prinsip dasar, tanpa ada waktu sama sekali untuk menanamkan detail taktis yang kompleks. Ada juga pertanyaan praktis mengenai apakah manajer yang berpikiran menyerang dapat meningkatkan daya gedor tim sambil memperbaiki pertahanan yang keropos.

West Ham United memiliki beberapa ancaman gol seperti Jarrod Bowen dan Crysencio Summerville, serta gelandang berbakat secara teknis Mateus Fernandes—aset yang saat ini tidak dimiliki Tottenham. Tottenham perlu mengamankan beberapa kemenangan di beberapa pertandingan terakhir mereka untuk mempertahankan status mereka di kasta tertinggi.